Perkembangan
zaman yang disertai oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK)
yang pesat dewasa ini menciptakan era globalisasi dan keterbukaan yang menuntut
setiap individu untuk ikut serta didalamnya, sehingga sumber daya manusia harus
menguasai IPTEK serta mampu mengaplikasikannya dalam setiap kehidupan.
Pengelasan merupakan bagian tak
terpisahkan dari pertumbuhan peningkatan industri karena memegang peranan utama
dalam rekayasa dan reparasi produksi logam. Hampir tidak mungkin pembangunan
suatu pabrik tanpa melibatkan unsur pengelasan.
Pada area industrialisasi dewasa ini
teknik pengelasan telah banyak dipergunakan secara luas pada penyambungan
batang-batang pada konstruksi bangunan baja dan konstruksi mesin. Luasnya
pengguanaan teknologi ini disebabkan karena bangunan dan mesin yang dibuat
dengan teknik penyambungan menjadi ringan dan lebih sederhana dalam proses
pembuatanya.
Lingkup penggunaan teknik pengelasan
dalam bidang konstruksi sangat luas, meliputi perkapalan, jembatan, rangka
baja, pipa saluran dan lain sebagainya. Di samping itu proses las dapat juga
dipergunakan untuk reparasi misalnya untuk mengisi lubang-lubang pada coran,
membuat lapisan keras pada perkakas, mempertebal bagian-bagian yang sudah aus
dan lain-lain. Pengelasan bukan tujuan utama dari konstruksi, tetapi merupakan
sarana untuk mencapai pembuatan yang lebih baik. Karena itu rancangan las harus
betul-betul memperhatikan kesesuaian antara sifat-sifat las yaitu kekuatan dari
sambungan dan memperhatikan sambungan yang akan dilas, sehingga hasil dari
pengelasan sesuai dengan yang diharapkan.
Dalam memilih proses pengelasan
harus dititik beratkan pada proses yang paling sesuai untuk tiap-tiap sambungan
las yang ada pada konstruksi. Dalam hal ini dasarnya adalah efisiensi yang
tinggi, biaya yang murah, penghematan tenaga dan penghematan energi sejauh
mungkin.
Mutu dari hasil pengelasan di
samping tergantung dari pengerjaan lasnya sendiri dan juga sangat tergantung
dari persiapan sebelum pelaksanaan pengelasan, karena pengelasan adalah proses
penyambungan antara dua bagian logam atau lebih dengan menggunakan energi
panas. Pada penelitian ini pengelasan yang digunakan las listrik dan asetilin.
Hal ini sangat erat hubungannya dengan arus listrik, ketangguhan, cacat las,
serta retak yang pada umumnya mempunyai pengaruh yang fatal terhadap keamanan
dari konstruksi yang dilas.
Maka
dari itu untuk mengusahakan terhadap hasil pengelasan yang baik dan berkualitas
maka perlu memperhatikan sifat-sifat bahan yang akan dilas. Untuk itu
penelitian tentang pengelasan sangat mendukung dalam rangka memperoleh hasil
pengelasan yang baik. Terwujudnya standar-standar yang teknik pengelasannya
akan membantu memperluas lingkup pemakaian sambungan las dan memperbesar ukuran
bangunan konstruksi yang akan dilas.
Untuk
dapat mengetahui pengaruh hasil pengelasan las listrik dan asitilin pada pelat
baja terhadap uji kekerasan, struktur mikro dan uji tarik dari pengelasan maka
perlu dilakukan pengujian terhadap benda uji hasil dari pengelasan.
Rumusan Masalah
Bertolak
dari latar belakang maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan yaitu :
1.
Bagaimanakah sifat fisis dan mekanis yang
dimiliki pelat baja St 37 setelah dilas dengan menggunakan las listrik dan
setilin.
2.
Adakah pengaruh pengelasan dengan menggunakan
las listrik dan asetilin terhadap kekuatan tarik, kekerasan, metalografi pada
benda kerja, daerah HAZ, dan logam induk.
Batasan Masalah
Agar dalam
penyusunan Laporan Tugas Akhir ini lebih mengarah ke tujuan penelitian dengan
membatasi pokok permasalahan sebagai berikut :
1.
Bahan yang digunakan adalah pelat baja St 37.
2.
Pengelasan yang dilakukan adalah pengelasan
listrik dengan elektoda terbungkus RD 260.
3.
Pengelasan asitilin menggunakan kawat penambah
sebagai umpan pengelasan.
4.
Arus listrik yang digunakan dalam proses
pengelasan listrik yaitu 110 Ampere.
5.
Kampuh yang digunakan adalah V tunggal 600.
6.
Pengujian yang dilakukan adalah sifat fisik
dan mekanik.
- Sifat mekanik meliputi
: pengujian tarik, pengujian kekerasan dengan metode Rockwell
- Sifat fisis meliputi :
pengujian struktur mikro dengan pembesaran 200×
Tujuan Penelitian
Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hasil pengelasan dengan las
listrik dan asitilin terhadap kekuatan tarik, kekerasan dan struktur mikro pada
pelat baja St 37.
Manfaat Penelitian
1.
Untuk mengetahui nilai hasil tarik, kekerasan
dan struktur mikro yang terjadi pada proses penyambungan setelah proses
pengelasan listrik dan pengelasan asetilin.
2.
Membandingkan hasil pengelasan dengan cara
mengetahui pengaruh hasil pengelasan listrik dan asetilin terhadap kekuatan
tarik, kekerasan dan struktur mikro pada pelat baja St 37.
3.
Dari data-data ini dapat menjadi refrensi
bagi peneliti selanjutnya tentang pengelasan listrik dan asetilin.
0 comments:
Post a Comment